HADITS MALAM NISHFU SYA’BAN

Mutiara ASK:
❁✿❁
🔰 Ralat dan Rujuk 🔰
━━━━━━━━━━━━━━
🔘 *HADITS MALAM NISHFU SYA’BAN.*
━━━━━━━━━━━━━━
✍ Tertulis pada artikel: *”HUKUM MAAF MAAFAN SEBELUM MALAM NISHFU SYA’BAN”*

pada terjemahan hadits:

*« إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ»*

_”Sesungguhnya Allah akan muncul di malam nishfu Sya’ban kemudian mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik atau orang yang meninggalkan jama’ah (murtad).”_

🔖 Terjemahan yang tepat ialah tanpa kata: *(murtad)* ialah sebuah kesalahan.
🔹 *Yang benar ialah tanpa adanya kata: (murtad)*, sebagaimana yang diterangkan oleh para ulama, diantaranya:

▪️ Diterangkan Imam As-Suyuthi di dalam *”Syarah Sunan Ibnu Makan”* (1/100):

(ﺃَﻭ ﻣُﺸَﺎﺣِﻦ) ﻗَﺎﻝَ ﻓِﻲ اﻟﻨِّﻬَﺎﻳَﺔ ﻫُﻮَ اﻟﻤﻌﺎﺩﻱ ﻗَﺎﻝَ اﻷَْﻭْﺯَاﻋِﻲّ ﺃَﺭَاﺩَ ﺑﺎﻝﻣﺸﺎﺣﻦ ﻫُﻨَﺎ ﺻَﺎﺣﺐ ﺑِﺪﻋَﺔ ﻣﻔﺎﺭﻕ ﺟﻤَﺎﻋَﺔ ﻭَﻟَﻌَﻞَّ اﻟﻤُﺮَاﺩ ﻣَﺎ ﻳَﻘﻊ ﺑَﻴﻦ اﻟْﻤُﺴﻠﻤﻴﻦ ﻣﻦ اﻟﻨَّﻔﺲ اﻻﻣﺎﺭﺓ ﻻَ ﻟﻠﺪّﻳﻦ (ﺯﺟﺎﺟﺔ)

_*(Atau musyahin)* dikatakan di dalam kitab *An-Nihayah* yaitu orang yang bertikai._
🔹 _Berkata Imam Al-Awzai’: yang dimaukan dengan *musyahin* disini ialah shahib bid’ah (pelaku kebid’ahan) yang memisahkan diri dari jamaah dan boleh jadi yang dimaukan ialah apa yang terjadi diantara kaum muslimin dari jiwa yang selalu memerintahkan kepada perkara jelek bukan karena agama._

▪️ Berkata Imam Al-Munawi dalam *Faidhul Qadir* (2/263):

(ﺃﻭ ﻣﺸﺎﺣﻦ) ﺃﻱ ﻣﻌﺎﺩ ﻭاﻟﺸﺤﻨﺎء اﻟﻌﺪاﻭﺓ ﻗﺎﻝ اﻟﻄﻴﺒﻲ: ﻟﻌﻞ اﻟﻤﺮاﺩ اﻟﺒﻐﻀﺎء اﻟﺘﻲ ﺑﻴﻦ اﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﻧﻔﻮﺳﻬﻢ اﻷﻣﺎﺭﺓ ﺑﺎﻟﺴﻮء

_*atau musyahin* ialah orang yang melampaui batas dan kata *syahna* artinya adalah permusuhan,_
🔹 _berkata At-Thayyibi: barangkali yang dimaksud ialah permusuhan yang terjadi diantara kaum mukminin dari sisi jiwa mereka yang selalu memerintahkan kepada perkara jelek._

▪️ Diterangkan oleh Imam Al-Albani _rahimahullah_:

(اﻝﻣﺸﺎﺣﻦ) ﻗﺎﻝ اﺑﻦ اﻷﺛﻴﺮ: ” ﻫﻮ اﻟﻤﻌﺎﺩﻱ، ﻭاﻟﺸﺤﻨﺎء، اﻟﻌﺪاﻭﺓ، ﻭاﻟﺘﺸﺎﺣﻦ ﺗﻔﺎﻋﻞ ﻣﻨﻪ، ﻭﻗﺎﻝ اﻷﻭﺯاﻋﻲ: ﺃﺭاﺩ ﺑﺎﻝﻣﺸﺎﺣﻦ ﻫﺎ ﻫﻨﺎ ﺻﺎﺣﺐ اﻟﺒﺪﻋﺔ اﻟﻤﻔﺎﺭﻕ ﻟﺠﻤﺎﻋﺔ اﻷﻣﺔ “.

_*(musyahin)* berkata Ibnul Atsir: yaitu orang yang melampaui batas, dan kata *syahna* ialah permusuhan, sedangkan kata *tasyahun* dari bentuk perbuatan dari kata tersebut._
🔹 _Berkata Imam Al-Awzai’: yang dimaukan dengan *musyahin* disini ialah pelaku kebid’ahan yang memisahkan diri dari jamaah umat._

☝️ Maka demikianlah makna *musyahin* yang tepat berdasarkan keterangan diatas, dan dengan ini kami rujuk dari kesalahan tersebut dan bertaubat kepada Allah atas kesalahan ini.

والله الموفق إلى سواء السبيل.

✍ _*Ditulis oleh:*_
Muhammad Sholehuddin Abu ‘Abduh [ 15 Sya’ban 1437 H].
———————
Broadcast by
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
📜 Channel MutiaraASK,
http://bit.ly/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE

➥ #rujuk #ralat

Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s