SIKAP TERHADAP ORANG YANG MELEMAHKAN HADITS-HADITS SHAHIH MUSLIM DAN SHAHIH BUKHARI

📛🔇💥🌱 SIKAP TERHADAP ORANG YANG MELEMAHKAN HADITS-HADITS SHAHIH MUSLIM DAN SHAHIH BUKHARI

📢 Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz رحمه الله

📬 Pertanyaan: Apa sikap kita kepada yang melemahkan (mendha’ifkan) hadits-hadits dalam Shahih Muslim atau Shahihul Bukhari?

🔓 Jawab: Ini adalah keganjilan-keganjilan terhadap ulama, tidaklah mereka mengandalkannya kecuali
pada hal-hal yang mudah di sisi Muslim -rahimahullah- yang telah diterangkan oleh Ad-Daruquthni dan selainnya. Dan yang wajib bagi ahlul ‘ilmi adalah talaqqi (menerima) hadits-hadits di dalam Shahihain (Shahihul Bukhari dan Shahih Muslim, pen.) dengan penerimaan terhadapnya sebagaimana dinyatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dan Al-Hafizh Ibnu Shalah dan selain keduanya.

✔ Jika pada sebagian rijal (rijal hadits atau perawi hadits, pen.) yang dikeluarkan di dalam Shahihain terdapat kelemahan (dha’if), maka kedua pemilik kitab Shahih tersebut sungguh telah menyeleksi hadits-hadits mereka (yang padanya rijal yang lemah itu, pen.) pada hadits yang “laa ba’sa bihi” (“tidak mengapa dengannya”, derajat hadits yang masih dapat diterima, pen.).

⏩ Contohnya adalah Isma’il bin Abi Uwais, ‘Umar bin Hamzah bin ‘Abdillah bin ‘Umar bin Al-Khaththab, dan sekelompok (rijal hadits) yang ada padanya kelemahan (dha’if), tapi kedua pemilik kitab Shahih telah menyeleksi dari hadits-hadits mereka apa yang tidak ada ‘illah (sebab kedha’ifan, pen.) padanya. Sebab selain rijal-rijal tersebut terdapat hadits-hadits yang banyak sehingga kesalahan pada sebagiannya atau pada rawi-rawinya setelah tercampurnya -jika memang pada yang tercampur-, maka kedua pemilik kitab Shahih tersebut telah menerangkan atau memperingatkan hal itu dan tidaklah keduanya meriwayatkan kecuali apa yang menurut mereka berdua telah benar/nyata keselamatan [riwayat hadits]nya.

☝🏻 Kesimpulannya bahwa apa yang telah diriwayatkan oleh kedua Syaikh itu telah diterima oleh umat dengan penerimaan terhadapnya. Maka janganlah didengar ucapan-ucapan orang yang mencela keduanya -semoga Allah merahmati keduanya- sebagaimana yang telah diterangkan oleh ahlul ‘ilmi di atas.

🌱 Dan yang diambil (dalam arti dikesampingkan, pen.) dari (Shahih) Muslim -semoga Allah merahmatinya- adalah riwayat hadits Abu Hurairah: “Sesungguhnya Allah telah menciptakan tanah pada hari Sabtu…” Al-Hadits. Dan yang benar adalah bahwa sebagian riwayatnya -yang itu disandarkan (marfu’) sampai ke Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang mana itu adalah riwayat Abu Hurairah -semoga Allah meridhainya- dari Ka’ab Al-Akhbar; karena ayat-ayat Qur`aniyyah dan hadits-hadits Qur`aniyyah yang shahih sungguh semuanya menunjukkan bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya dalam enam hari, diawali pada hari Ahad dan berakhir di hari Jumat. Dengan itu mengertilah ahlul ‘ilmi tentang kesalahan yang meriwayatkan dari Nabi -shallallahu ‘alaih wa sallam- bahwa Allah menciptakan tanah pada hari Sabtu, kesalahan Ka’ab Al-Akhbar, dan siapa saja yang mengucapkan seperti itu. Karena yang demikian itu dari kisah-kisah Isra`iliyat yang bathil.

Dan hanya Allah lah pemberi taufik

📚 Sumber: http://tiny.cc/binbaz

🌎 Kunjungi || http://forumsalafy.net/sikap-terhadap-orang-yang-melemahkan-hadits-hadits-shahih-muslim-dan-shahih-bukhari/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s