PENGHARAMAN NIKAH MUT’AH, HUJJAH AHLUSSUNNAH ATAS KESESATAN SYI’AH

🏡⭐🏡⭐🏡

image

🎀📛 HUKUM NIKAH MUT’AH , ANTARA PANDANGAN AGAMA ISLAM DAN AGAMA SYIAH
[Sesi : 25]
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

📭 Tanya : Assalamu’alaykum… Ustadz, digroup suami ana ada temanya yang bertanya seperti ini :

🎀⛔ Nikah Mut’ah di kalangan kaum Syi’ah itu sangat dianjurkan sementara dikalangan Ahlul Sunah Diharamkan.

📘❌.Dasar hukum yg digunakan kaum Syi’ah adalah Surah An-Nisa ayat 24.(1)

✅🎀 Sementara dasar hukum Ahlul Sunah (Suni) adalah instruksi Khalifah ke 2 Umar Ibnu Khottob.
Saya mohon pendapat antum bagaimana kita harus bersikap dengan argumentasi Al Qur’an ❓

📝📤 Jawaban :

✅💺 Al-Ustadz Abu Muhammad Arsyad حفظه اللــــــــه :

📈🏡 ‘Alaikum salam wa rohmatullohi wabarakatuh

1⃣ Perlu di ketahui wahai akhi penanya bahwa asal dan pendiri dan pencetus syiah dari yahudi asal yaman yang pura pura masuk islam di zaman kholifah usman bin affan radhiyallahu anhu namanya ABDULLAH BIN SABA’.

2⃣ Adapun Ahlus Sunnah wal Jama’ah sumber dan asal usulnya dan pemilik nya adalah Rasulullah Shalallahu a’laihi wa salam.

📖 Nabi shalallahu a’laihi wa salam bersabda :

“Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. semuanya masuk neraka. kecuali satu (yang selamat dari neraka), para sahabat bertanya : siapa mereka ya Rasulullah,
Nabi shalallahu a’laihi wa salam bersabda yaitu yang mengikuti jalanku dan jalan para sahabatku (AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH ,-pent) (Hadist)

🌑❗Adapun Syiah rofidhoh adalah kafir. sudah bukan dari umat Rasulullah Shalallahu a’laihi wa salam ,

📈📘 Sedangkan hadist ini terkait umat Muhammad shalallahu a’laihi wa salam yang berselisih pada masalah agama yang belum keluar dari islam .
(Adapun syiah adalah bukan agama Islam)

💺⭐ Dan Adapun ucapan kholifah Umar bin khattab termasuk didalam hadist Rasulullah Shalallahu a’laihi wa salam

“Wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para kholifahku yang terbimbing dan lurus ” (Hadist)

📝⭐ Ucapan shahabat Umar Radhiallahu anhu dalil dan hujjah atas umat ini.

3⃣ Kemudian ayat pada surat An-Nisaa 24 di jelaskan di dalam tafsir ibnu katsir bahwasanya ayat ini umum dan ayat ini tidak turun tidak ada kaitannya dgn NIKAH MUT’AH¹ (lihat tafsir ayat ini pada kitab-kitab tafsir imam ahlussunnah)

➡ Tafsir ayat ini (An-Nisaa 24) yaitu tidak halal bagi kalian kemaluan kaum wanita untuk kalian nikmati (mut’hai) sampai kalian menyerahkan mahar (melalui proses akad nikah)

🎀⛔ Dalil HARAM NYA NIKAH MUT’AH.

📝⭐ Dan juga datang dari ahlul bait jika mereka orang-orang syiah jujur mengikuti ahlul bait.
Dari Shahabat ALI BIN ABI THALIB radhiyallahu anhu berkata Rasulullah Shalallahu a’laihi wa salam mengharamkan himar ahliyah dan NIKAH MUT’AH .
(Hadist)

📝⭐ Juga datang dari sahabat setelah fathul mekkah disalah satu perang bahwa nabi shalallahu a’laihi wa salam bersabda : saya HARAMKAN NIKAH MUT’AH SAMPAI HARI KIAMAT² .(2)
📚 LIHAT TAFSIR IBNU KATSIR DI SURAT AN-NISA AYAT 24

✅👍 Dan tentunya kita lebih yakin dari keterangan sahabat dan hadist Rasulullah Shalallahu a’laihi wa salam lebih kita ikuti dari pada syiah rofidhoh kafir yang didirikan oleh abdullah bin saba yahudi yang pura pura masuk islam.
👊🔥 Jelas bagi kita bawa NIKAH MUT’AH HARAM SAMPAI HARI KIAMAT BERDASARKAN HADIST DAN KETERANGAN SAHABAT³

🎀⛔ Dan syiah rofidhoh kafir bukan dari umat Muhammad shalallahu a’laihi wa salam dan sudah keluar dari umat Muhammad shalallahu a’laihi wa salam sebagaimana disebutkan oleh asy-Syaikh ubaid al jabiri hafizhahullah.

✋ Barokallahu fiikum , alhamdulillah rabbil ‘alamin.

📌 Catatan Kaki:

1. Syiah masih juga memperjuangkan praktik mut’ah dengan menukil firman Allah Subhanahu wata’ala di dalam surat an-Nisa’ ayat 24,

فَمَا اسْتَمْتَعْتُم بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ

“Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campur) di antara mereka, berikanlah kepada mereka mut’ahnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban.”

2. Rabi’ bin Sabrah radhiyallahu ‘anhu berkata,

أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ, بِالْمُتْعَةِ عَامَ الْفَتْحِ حِينَ  دَخَلْنَا مَكَّةَ، ثُمَّ لَمْ نَخْرُجْ مِنْهَا حَتَّى نَهَانَا عَنْهَا

“Pada tahun Fathu Makkah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengizinkan kami untuk melakukan mut’ah ketika kami memasuki kota Makkah. Kemudian, tidaklah kami keluar meninggalkan kota Makkah kecuali dalam keadaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengharamkannya untuk kami.” (HR. Muslim no. 1406)

3. Sebuah riwayat dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan oleh al-Imam Muslim (no. 1405).

Beliau mengatakan,

فَعَلْنَاهُمَا مَعَ رَسُولِ اللهِ, ثُمَّ نَهَانَا عَنْهُمَا  عُمَرُ فَلَمْ نَعُدْ لَهُمَا

“Kami melakukan keduanya (mut’ah dan haji tamattu’) di masa Rasulullah. Kemudian Umar melarang kami untuk melakukannya. Sejak itu, kami tidak mengulanginya lagi.”

✍ Al Ustadz Arsyad حفظه اللــــــــه – Syabab Ashhabus Sunnah
✦✦✦✦✦✦✦✦✦✦✦✦
💻  Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:
🌐 http://www.ittibaus-sunnah.net
📌أصحاب السنة
🌠⭐🌠⭐🌠

❂Ashhaabus Sunnah❂

📝 FIB

Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s