MENINGGALKAN PERKARA SUNNAH DISEBABKAN KEJAHILAN

image

🌳⏰
————-
🔗MENINGGALKAN PERKARA SUNNAH DISEBABKAN KEJAHILAN

💺 Oleh: Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i رحمه الله
                      

                                 ✹✹✹ 

             
📞PERTANYAAN :

Apakah kejahilan seseorang kepada perkara Sunnah merupakan hujjah baginya untuk meninggalkanya?

🔏 JAWABAN :

لا، لا ينبغي أن تترك إلا أنهم يكونوا معذورين

TIDAK , TIDAKLAH LAYAK UNTUK DITINGGALKAN, KECUALI KALAU SAJA MEREKA BENAR-BENAR BERHALANGAN ATAU MEMILIKI UDZUR SYAR’I,

❗Tapi kalau mereka (orang-orang jahil) mengatur ahlul ilmi (para ulama) maka ini merupakan suatu kezholiman.

Maka mereka (orang-orang jahil) mengatakan: jangan kau lakukan begini ataupun begitu,  dan sebagian mereka tidak bisa membaca surat Al-Fatihah dengan membaca

صراط الذين أنعمتُ عليهم

🔺”Shirotholladzina an’amtu ‘alaihim” – Dengan mendhommahkan huruf Taa – maka dari kesalahan bacaan tersebut arti pun berubah, menjadi ” dirikulah yang memberi nikmat kepada manusia.”

Dan mereka tidak bisa pula membaca “Qul a’uudzu bi-Robbinnaas” mereka katakan :

من الجَنة والناس

🔻”Minnal jannati wannaas” – dia membacanya  dengan dengan mem-fathahkan huruf Jiim, maka dia sangatlah kasihan karena telah merubah artinya menjadi memohon dijauhkan dari surga, kemudian dia (orang jahil) ingin mengatur penuntut ilmu yang mana lutut-lutut mereka terluka diatas tikar dan majelis para ulama.

🚩Dan yang terburuk dari perkara ini ialah dia (orang jahil tersebut) menjadi seorang peminum Khamr, dan ia tidak menginginkan dirimu (Ahlus Sunnah pent.) menunaikan perkara Sunnah, dan mereka mengatakan : Kalian telah merusak agama kita wahai Wahabi !

Dan dijawab:

Apakah agama kalian ini wahai orang yang kasihan ?! Apakah Wahabi peminum khamr ?! Apakah Wahabi melakukan risywah (menyuap) ?! Apakah Wahabi menggelapkan harta manusia ?!

________________
📈Rujuk kitab Qom’ul Ma’anid (Juz 2 / Hal 399 – 400)

—🌳🌳🌳—

📮 نص السؤال  : هل جهل الناس بالسنة حجة على تركها ؟

🔏نص الإجابة:

لا ، لا ينبغي أن تترك إلا أنهم يكونوا معذورين ، أما أن يتحكم الجاهلون في أهل العلم فهذا ظلم ،

فيقولون : لا تعمل بكذا ولا تعمل بكذا ، وبعضهم لا يستطيع أن يقرأ بفاتحة الكتاب فيقول : ” صراط الذين أنعمتُ عليهم ” – بضم التاء – ويجعل نفسه هو المنعم عليهم ، ولا يستطيع أن يقرأ ” قل أعوذ برب الناس ” فيقول : من الجَنة والناس ، فيقرأها بفتح الجيم ، فهو المسكين يستعيذ من الجنة ، ثم يريد أن يتحكم في طالب العلم الذي قد احتكت ركبه وهو على الحصير ، وفي مجالسة العلماء .

❗وأقبح من هذا أن يكون خماراً ، ولا يريدك أن تعمل بالسنن ، ويقول : خربتم علينا ديننا يا وهابية ، وأنت ما دينك أيها المسكين ؟!! ، هو شرب الخمر ؟! هو الرشوة ؟! هو اختلاس أموال الناس ؟!
📎راجع كتاب قمع المعاند ( 2 / 399 – 400 ) .

📄 Sumber:
http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=1510
✒ Alih Bahasa:
Abu Utsman Affan Ali Sungkar حفظه الله – [FBF 6]
💧Muroja’ah:
Al-Ustadz Muhammad Sholehuddin ‘Abduh حفظه الله – [FBF 2]

                                ✲✲✲

__________________
 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
📌❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | http://www.alfawaaid.net

Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s