Tata Cara Ma’mum masbuk

Pertanyaan 1:

Bismillahirrahmanirrahim,

Yang terhormat Asatidzah hafidzhakumullaah,

Saya ingin bertanya tentang tata cara shalat masbuk yang sebagian masih samar bagi saya.

Sebelumnya saya sudah pernah membaca artikel Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain Dikutip dari http://www.an-nashihah.com berjudul : “Posisi Duduk Masbuk” yang pernah dikirim di milis “artikel_salafy”.

Namun ada hal yang masih ingin saya tanyakan , yaitu setelah imam salam dan ma’mum masbuk melengkapi rakaat yang tertinggal :

1.Misal masbuk pada shalat isya (4 rakaat) dan tertinggal 3 rakaat. Setelah imam salam, kita bangun dan tentunya melengkapi 3 rakaat lagi. Urutan yang biasa saya lakukan adalah :

- Rakaat pertama : melakukan tasyahud awal
– Rakaat kedua : tidak ada tasyahud
– Rakaat ketiga : tasyahud akhir dan duduk tawarruk

Namun saya pernah sekali melihat ada yang melakukan dengan urutan berikut :

- Rakaat pertama : tidak ada tasyahud
– Rakaat kedua : melakukan tasyahud awal
– Rakaat ketiga : tasyahud akhir dan duduk tawarruk

Manakah diantara kedua cara tersebut yang benar ?

2.Posisi duduk Tasyahud pada saat kita menyempurnakan rakaat yang tertinggal , apakah cara duduknya selalu tawarruk atau ada juga yang harus iftirasy atau ada perinciannya ?.

3.Pada saat imam melakukan tasyahud akhir, apakah ma’mum masbuk boleh membaca doa setelah tasyahud (sebelum salam) atau apakah doa itu hanya boleh dibaca diakhir, yaitu ketika kita tasyahud terakhir dlm menyempurnakan rakaat yang tertinggal , sebab itu akhir shalat kita ?

Jazakumullahu khair

Abu Usamah Wahid

Jawaban 1:

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Al-Akh Wahid Abu Usamah -semoga selalu dalam lindungan Allah-, jawaban pertanyaan sebagai berikut:

Satu, Apabila seorang makmum terlambat (masbuk) maka kewajibannya adalah menyempurnakan sholatnya dengan menambah raka’at yang kurang. Karena Nabi shollallahu alaihi wa sallam bersabda, “Dan apa yang kalian luput maka sempurnakanlah.” (Hadits Abu Hurairah riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
Sabda beliau “sempurnakanlah” artinya lengkapi apa yang kurang dengan menambah kekurangannya, bukan dengan cara memulai dari awal raka’at.
Maka disini insya Allah telah jelas bahwa apa yang biasa antum lakukan sudah benar.

Dua, Telah dimaklumi bahwa dalam sholat yang punya dua tasyahhud terdapat dua kaifiat (cara) duduk, yaitu dengan cara iftirasy pada tasyahhud awal (dengan menancapkan kaki kanan dan duduk di atas kaki kiri) dan dengan cara tawarruq pada tasyahhud terakhir (dengan menancapkan kaki kanan dan menyelipkan kaki kiri dibawah kaki kanan sambil langsung duduk meyentuh lantai). Demikian diterangkan dalam beberapa hadits.
Jadi tasyahhud yang bukan pada akhir sholat maka duduknya adalah dengan iftirasy sebab penyebutan tawarruq hanya diterangkan pada akhir tasyahhud saja.
Tapi para ulama berbeda pendapat, bagi masbuk yang mendapati imam sedang duduk tawarruq di akhir sholatnya, apakah dia ikut duduk tawarruq atau dia tetap duduk iftirasy?
Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini,
Diantara masyaikh kami ada menguatkan duduknya adalah duduk tawarruq dengan mengambil zhohir dari hadits “Imam itu dijadikan untuk diikuti”, karena imam duduk tawarruq maka kita juga mesti duduk tawarruq mengikutinya.
Diantara mereka, ada yang menguatkan duduk iftirasy, dan mereka menganggap bahwa duduk imam pada tasyahhud akhri yang dianggap gerakan zhohir adalah duduknya saja, bukan kaifiat duduknya. Karena tidak hubungannya dengan kaifiat duduk, maka harusnya dia duduk iftirasy sebagaimana yang telah dituntunkan. Dan pendapat ini adalah pandangan yang sangat tajam karena mungkin sang imam berpendapat bahwa duduk pada tasyahhud terakhir adalah dengan cara iftirasy (sebagaimana pendapat sebagian ulama).
Dan diantara mereka ada yang mengambil jalan tengah bahwa duduknya adalah duduk tawarruq tapi tidak diwajibkan.

Bagi saya, pendapat yang mengatakan duduknya adalah dengan duduk iftirasy lebih kuat dan lebih tenang ke dalam hati. Dan itu adalah pendapat yang dikuat oleh Guru kami, Syaikh Muqbil dan guru kami, Syaikh Ubaid Al-Jabiry.

Tiga, Dari uraian di atas, nampak bahwa makmum yang masbuk belum terhitung duduk tawarruq (belum tasyahhdu akhir) sedangkan doa dalam tasyahhud hanya diajarkan oleh Nabi shollallahu alaihi wa sallam dalam tasyahhud akhir.

Wallahu A’lam

Ditulis oleh

Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi
Kamis, pagi 3 Shofar 1430 H

Pertanyaan 2:

Ustadz Dzulkarnain,

Masalah masbuk ini saya ingin mendapatkan penjelasan bagaimana kalau seseorang yang terlambat ini saat tiba di Masjib dia mendapati bahwa shaft telah penuh dan dia ini tidak mendapatkan lagi jamaah yang yang lain untuk bersama-sama membikin shaft yang baru. Apa yang harus dilakukan bagi orang yang masbuk ini, apakah sholat sendirin dibelakang shaft yang telah penuh, menunggu  kedatangan jamaah lain, atau mentowel shaft paling kanan  supaya mundur dan bersama-sama bikin shaft baru (Ini yang saya dapatkan waktu masih kecil saat belum mengenal Salafy dan di tempat kami di desa kecil di Sidoarjo dimana hampir 99% warganya adalah Muhammadiyah) .

Untuk Sholat 2 rokaat misalnya shubuh dan sholat sunnah2 yang lain, duduk tasyahud yang benar apa Iftiras atau tawarruq.

Jazakalloh khoiron katsiron wabarokalloh fiikum

Sulton Amrullah

Jawaban 2:

Bismillah,

Dalam pertanyaan Al-Akh Sulton Amrullah -Waffaqahullah- ada dua hal yang perlu saya jelaskan.

Pertama, Adalah hal yang dimaklumi bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk sholat di belakang shof sendirian. Maka yang wajib bagi seorang masbuk untuk sholat bersama shoff yang telah ada. Bila tidak ada celah lagi dalam shoff, maka di sini letak ijtihad. Bila seorang yakin akan ada masbuk yang segera datang dan dia tetap mendapatkan rakaat, maka sebaiknya dia menunggu.. Bila dikhawatirkan imam akan segera ruku’ maka Insya Allah tidak mengapa sholat di belakang shoff, karena itu adalah batas kemampuannya dan Allah tidak membebani hamba kecuali sesuai dengan kemampuannya.

Kedua, Sholat yang hanya mempunyai satu tasyahhud, duduknya adalah duduk iftirasy seperti duduk tasyahhud awal, yaitu dengan menancapkan kaki kanan dan duduk di atas kaki kiri. Ada dua hadits yang menjelaskan hal tersebut.

Pertama : Hadits ‘Abdullah bin Zubair, beliau berkata,

“Adalah Rasulullah r apabila beliau duduk dalam dua raka’at, beliau menghamparkan kaki kirinya dan menegakkan yang kanan …” [Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban -sebagaimana dalam Al-Ihsan 5/370 no.1943- dengan sanad yang hasan.]

Kedua : Hadits Wail bin Hujr,

“Dan apabila ia duduk dalam dua raka’at beliau membaringkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya…”” [Dikeluarkan oleh An-Nasai 2/586-587 no.1158 dengan sanad yang shohih..]

Demikian kaifiat duduk pada sholat yang hanya dua raka’at seperti sholat subuh, sholat sunnah rawatib dan sebagainya.
Walaupun ada silang pendapat di kalangan ulama terdahulu tentang cara duduk pada sholat dua raka’at, namun di masa ini, saya tidak mengetahui ada seorang alim pun yang melakukan selain dari kaifiat di atas yaitu duduk iftirasy. Demikian saya saksikan kaifiat sholat para ulama besar di masa ini, seperti Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Ibnu Utsaimin, Syaikh Muqbil, Syaikh Sholih Al-Fauzan, Syaikh Abdul ‘Azizi Alu Asy-Syaikh, Syaikh Ahmad An-Najmi, Syaikh Abdul Muhsin Al-‘Abbad, Syaikh Zaid Al-Madkhaly, Syaikh Rabi, Syaikh Ubaid Al-Jabiry, Syaikh Abdullah Al-Gudayyan dan banyak lagi dari ulama besar di zaman ini.

Dan saya menganggap tidak pantas untuk seorang penuntut ilmu keluar dari pemahaman ulama-ulama terkemuka yang lebih paham liku-liku dan kedetailan agama dari kita semua.

Wallahu A’lam

Ditulis oleh
Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi
Senin, Pagi berkabut debu pada 7 Shofar 1430H
Riyadh, KSA

http://groups.yahoo.com/group/nashihah/

About these ads

35 pemikiran pada “Tata Cara Ma’mum masbuk

  1. assalamu’alaikum..
    afan sebelumnya….meskipun Ustadz sudah punya kesimpulan tentang duduk pada rakaat terakhir didalam sholat dua rakaat, saya mau bertanya lagi. jika ada yang berpendapat berbeda karena memahami haditsnya berbeda bagaimana hukumnya???apakah membatalkan sholat atau tidak. karena orang yang mengikuti imam Syafi’i tentu duduknya tawaruk bukan iftirasy. termasuk orang yang tidak mengikuti imam manapun tetapi karena menafsirkan hadits yang dikemukakan di atas tentu duduknya tawaruk bukan iftirasy. demikian pertanyaan saya.
    sukron atas jawabannya…jazakallahu khairan….

    Waalaykumussalam
    Bismillah
    sepanjang pengetahuan ana, ahlussunnah tidak mencontohkan utk membatalkan sholat 2 rakaat karena perbedaan menafsirkan hadits. bagi ahlussunnah yg diutamakan adalah mengikuti tuntunan Rasulullah Salallahualaihiwassalam, dalam hal ini, telah dijelaskan bahwa tidak ada tuntunannya bahwa duduk pd rakaat ke2 pd sholat shubuh/2 rakaat adalah tawaruk, yg ada adalah tuntunan Rasulullah salallahualaihiwassalam duduk sholat pada rakaat ke2 adalah iftirasy, sedangkan sholat shubuh/2 rakaat hny memiliki 2 rakaat, maka yg diambil adalah tuntunan sholat duduk pada rakaat ke2 dari rasulullah yaitu duduk iftirasy.
    Wallahu’alam

  2. assalamualaikum ..
    mohon maaf sebelumnya,
    saya masih belum terlalu mengerti tentang tata cara masbuk..
    misalkan saya tertinggal 1 rakaat pada sholat magrib, maka bagaimana saya harus melengkapi 1 rakaat yang tertinggal itu? apakah perlu melakukan tasyahhud awal??
    terimakasih atas jawabannya..

    Bismillah
    Waalaykumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

    ketika imam menyelesaikan rakaat ke 3 dgn mengucapkan salam, hendaknya berdiri utk menambah 1 rakaat utk melengkapi 3 rakaat pada sholat maghrib, dan duduk tasyahud yg benar pd rakaat ke 3 tsb adalah duduk tasyahud akhir InsyaAllah

    Waallahu’alam

    Barokallahu fiik

  3. assalamu’alaikum
    Ustadz,bagaiman kalo sholat subuh imam duduk tasyahud akhir adalah tawaruk,untuk makmum apakah tawaruk atau iftirasy? mohon penjelasan ustadz.
    jazakallah khairan.

    Bismillah
    Wa’alaykumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
    sebelumnya afwan, saya bukan ustadz, saya hanya tholabul ilmy, pertanyaannya akan saya jawab semampu saya sebagai tholabul ilmy.
    menurut para ulama, duduk pada rakaat kedua adalah duduk iftirasy, termasuk padanya sholat subuh pd raka’at ke dua, sesuai dgn hadits berikut:

    Hadits Pertama: Hadits ‘Abdullah bin Zubair -radhiyallahu ‘anhu-,

    Beliau berkata:

    “Adalah Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- apabila beliau duduk dalam dua raka’at, beliau menghamparkan kaki kirinya dan menegakkan yang kanan, beliau meletakkan ibu jarinya di atas jari tengah dan beliau berisyarat dengan telunjuknya, beliau meletakkan telapak tangan kirinya di atas paha kirinya, sedang telapak tangan kanannya menggenggam lututnya”. (HR. Ibnu Hibban (5/370/1943) dengan sanad yang hasan).

    Hadits Kedua: Hadits Wa`il bin Hujur -radhiyallahu ‘anhu-.

    Beliau berkata, menceritakan sifat sholat Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-:

    “ Dan apabila beliau duduk dalam dua rakaat, beliau membaringkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya, beliau meletakkan tangan kanannya di atas paha kanannya seraya menegakkan jarinya untuk berdoa, dan beliau meletakkan tangan kirinya di atas paha kirinya” (HR. An-Nasa`i (2/236/1159) dengan sanad yang shohih).

    namun apabila makmum masbuk mendapatkan tiga rakaat pada sholat yg padanya lebih dari dua rakaat seperti sholat dzhur, ashr atau isya’ , maka ketika imam duduk tawaruk pd rakaat terakhir, makmum yg masbuk duduknya mengikuti tawwaruk.

    Wallahu’alam

    Wa Jazakallahu khairan

  4. jazakumullah khoir, jadi utk menguatkan pemahamaan ana tentang cara duduk yang betul adalah iftirosy walaupun imam sedang tawarruk??

    barakAllah/..

    Wa JazakAllahu Khoir, na’am InsyaAllah, ketika makmum masbuk duduk pada rakaat kedua ketika imam sedang duduk tawwaruk

    Wallahu’alam

  5. Assalamu’alaikum
    maaf, saya belum begitu paham mengenai ma’mum masbuk 2 rakaat ..
    bagaimana tuntunan bagi ma’mum masbuk dalam melengkapi shalat ketika tertinggal 2 rakaat ?
    setau saya, rakaat pertama tanpa tasyahud lalu rakaat kedua dengan tasyahud (seperti shalat subuh) ..
    namun ada pula yg pada saat rakaat pertama dengan tasyahud awal, sedang rakaat kedua dengan tasyahud akhir ..
    yg benar apakah yg pertama atau yg kedua ?
    mohon bimbingannya ..
    terima kasih

    Bismillah

    Waalaykumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
    InsyaAllah tuntunan bagi ma’mum masbuk dalam melengkapi shalat ketika tertinggal 2 rakaat pada shalat 4 raka’at yaitu melengkapinya dgn menambah 2 rakaat lagi sehingga mjd genap 4 raka’at. yang benar adalah rakaat pertama tanpa tasyahud lalu rakaat kedua dengan tasyahud (seperti shalat subuh). adapun yg pada saat rakaat pertama dengan tasyahud awal, sedang rakaat kedua dengan tasyahud akhir, itu tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Salallahu’alaihi wassalam.

    Wallahu’alam

  6. assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

    setelah imam salam , maka makmum masbuk menyempurnakan rakaat yang kurang. stelah imam salam makmum masbuk berdiri untuk menyempurnakan rakaat yang tertinggal, apakah makmum masbuk tersebut mengangkat kedua tangan ketika tabir ?

    jazakallah khairan.

    Waalaykumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

    tergantung apakah pada rakaat sebelumnya ketika takbir tangan diangkat atau tidak, bila diangkat, maka pada rakaat yang selanjutnya tangan tidak diangkat, begitu pula sebaliknya.
    Wallahu’alam

    Wa anta JazakAllahu Khairan

  7. assalamualaykum…ustadz,saya pernah melihat ma’mum yang seharusnya dia masbuk,tapi dia langsung salam.
    memang,sang imam awalnya melakukan ke salahan,dan di tutup dngan sujud sahwi,,lantas,apakah karna sujud sahwi itulah kewajiban masbuk tergantikan??mohon penjelasannya..
    wassalam, M.Ali

    Bismillah,
    Waalaykumussalam Warahmatullahi wabarakatuh,
    kepada saudara ali, semoga antum dirahmati dan dilindungi oleh Allah, sebelumnya kami minta maaf karena tulisan salam antum kami perbaiki.
    Wallahu’alam, kami belum menemukan dalil dari AlQuran ataupun hadits shahih bahwa sujud sahwi imam sholat bisa menggantikan raka’at yang kurang dari sholat makmum yang masbuk.
    BarakAllahu fiikum.

  8. Assalamualaikum. Ana jg mau tholabul ilmi. Yang saya tanyakan: apa hukumnya masbuk ketika imam baru salam pertama, masbuk sudah langsung berdiri tanpa menunggu sholat selesai. Jazaakumulloh

    Bismillah
    Wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    dari hukum sholat yang saya pahami, bahwa yang dilarang bagi makmum terhadap imam pada saat sholat adalah mendahului gerakan atau bergerak sama dengan waktu gerakan imam sholat, Wallahu’alam
    Wa anta Jazakumullahu khairan katsira

  9. assalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh
    mohon maaf sebelumnya ustad saya masih belum faham dengan makmum yang masbuk dalam sholat jumat seandainya saya masbuk sedangkan iman sudah tahiyat ahir apa yang harus saya lakukan apakah saya melakukan sholat jumat atau saya ganti dengan sholad dhuhur?

    Waalaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    kepada Nur Cholis semoga antum selalu mendapat rahmat dan perlindungan dari Allah, karena keterbatasan ilmu kami, jawabannya adalah Wallahu’alam, kami doakan semoga antum tidak pernah masbuk lagi apalagi terlambat pada sholat jum’at, BarakAllahu fiikum.

  10. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Mau tanya Ustad, jika kita sholat jum’at dan ketinggalan 2 rakaat. kita hanya menemukan imam ketika tasyahud.
    terima kasih
    Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

    Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
    InsyaAllah kita tetap mengikuti imam sampai selesai, kemudian menyelesaikan rakaat yang tertinggal, Wallahua’lam

  11. Assalamualaykum. .
    Saya ingin bertanya,apabila makmum masbuk tertinggal 2 rakaat pada solat magrib.dan pada saat rakaat terakhir ketika mengikuti imam,apa makmum masbuk juga ikut menegakan telunjuk dan membaca tasyadu akhir?

    Bismillah
    Waalaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu ‘anhu :

    وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

    “Dan shalatlah kalian seperti kalian melihat aku shalat.” (HR Al-Bukhari no. 595)
    dalam perkara yang anda ditanyakan ini hendaknya kita berangkat dari hadits yg disabdakan oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diatas. jawabannya bisa diambil dari kesimpulan bhw dalil-dalil yg menunjukkan cara duduk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam shalat adalah duduk iftirasy kecuali pada tahiyat terakhir maka duduk tawarruk. tahiyatul akhir dibaca apabila kita telah sampai pada duduk rakaat terakhir, jadi pada kondisi kita masbuk, maka bacaannya pun disesuaikan dgn posisi duduk, yaitu duduk iftirasy dan membaca tahyatul awal, karena kita belum sampai pada posisi duduk tawwaruk/akhir. Wallahu a’lam

  12. Assalamualaykum
    Pa Ustad gimana cara melakukan shalat magrib yang tertinggal 2 rakaat,apa harus melakukan tasahud awal lagi?
    waalaykumussalam

    Bismillah, sebelumnya kepada saudari mimilati, semoga anti mendapat rahmat dan perlindungan Allah, kami meminta maaf karena telah mengedit ucapan salam anti, kami nasehatkan untuk kebaikan anti agar menuliskan ucapan salam dengan jelas tanpa disingkat, karena sesungguhnya salam itu merupakan do’a kepada Allah, maka tidaklah pantas dan layak kita sebagai seorang hamba menuliskan doa dalam rangka ibadah kepada Yang Menciptakan kita dengan menggunakan singkatan, sesungguhnya segala perbuatan kita akan dimintai pertanggung jawabannya kelak dihadapan Allah. sedangkan mengenai pertanyaannya, kita tetap melakukan tahiyat awal pada rakaat kedua, karena tahiyat yang anti lakukan ketika masbuk mengikuti imam yang melakukan rakaat terakhir pada sholat tiga rakaat dihitung sebagai rakaat pertama, dan tahiyat yang anti lakukan pada rakaat tersebut adalah benar mengikuti gerakan imam, sesuai dengan tuntunan Rasulullah salallahu alaihi wassalam, Wallahu a’lam, Barakallahu fiikum.

  13. Salam Ustaz.. lagi mengenai masbuk.
    Saya masuk sembah pada rakaat kedua.. (sebahyang Isyak) .. imam sedang membaca surah. Sewaktu imam membaca surah saya membaca Fatihah. Selepas surah, imam rukuk . Saya masih lagi membaca Fatihah. Selesai fatihah saya nak ruku’ , imam dah bangun untuk i’tidal. Soalanya, adakah saya masih lagi mengikut imam dan mendapat rakaat tersebut. Selesai imam salam , saya bangun untuk rakaat ke4

    Bismillah
    Assalamualaykum,
    Imam adalah untuk diikuti, apabila imam telah ruku’ maka ma’mum wajib mengikutinya meskipun sang ma’mum belum selesai membaca Al fatihah, tujuannya agar ma’mum tidak terlambat/ tertinggal dalam mengikuti gerakan sholat imam, Waalahu’alam.

  14. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
    Maaf sebelumnya, saya ingin mengajukan pertanyaan kepada Pak Ustadz. Jadi gini Pak, saya masih belum paham sepenuhnya tentang perkara makmum masbuk ini. Mohon dijelaskan dengan sejelas-jelasnya tentang ketidaktahuan saya ini.
    Mungkin saya pakai ilustrasi saja biar lebih tersampai makna dari pertanyaan saya. Pak Ustadz, semisal saya jadi makmum masbuk dalam shalat Isya’. Dalam kasus ini saya ketinggalan 3 rakaat. Saya kan wajib mengganti 3 rakaat tersebut Pak Ustadz. Nah, yang ingin saya tanyakan adalah mengenai bacaan “surat” dalam 3 rakaat pengganti tersebut. Semisal ya ustadz, dalam rakaat pertama saya membaca Surat Al-Fatihah+Surat Pendek kemudian pada 2 rakaat berikutnya saya hanya membaca Surat Al-Fatihah. Apakah prosedur yang saya lakukan ini sudah benar apa belum Pak Ustadz ? Kalau belum, mohon diluruskan Pak Ustadz.
    Mungkin itu saja yang ingin saya tanyakan Pak Ustadz karena permasalahan itu yang masih mengganjal di hati saya sampai saat ini Ustadz. Syukron atas jawaban yang diberikan :)

    Bismillah,

    Wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    InsyaAllah benar akh.
    Wallahu a’lam.
    Barakallahu fiikum.

  15. aslmkm ustd…
    saya masih bingung posisi masbuk ustd, andai kata apabila qt sebagai masbuk dr jama’ah yang terdiri dari dua orang.. ketika kita cuil (senggol) pertanda untuk meminta mundur menyamakan posisi saf tetapi beliau tidak mundur, bagaimana posisi qt sebaiknya..?
    akankah kita menyamakan posisi beliau disebelah kanan(laki2) atau kesebelah kiri imam dgn posisi yg sama, atau mundur (jadi posisinya tidak teratur)? mohon bantuannya ustd

    Bismillah,
    saudara siddiq, semoga antum dirahmati oleh Allah, InsyaAllah antum sudah bersikap benar dengan menepuk bahu ma’mum untuk mundur. namun apabila beliau tidak mundur, maka sebaiknya antum merapatkan posisi mengikuti posisinya disebelah kanan imam demi menjaga kelurusan dan kerapatan shaf dalam sholat berjama’ah. Wallahu’alam.

  16. bismillah, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    tanya apakah dalil yang menyatakan bila mendapat imam ruku mendapatkan 1rakaat haditsnya lemah ??

    bagaimana apabila seperti kasus diatas yang saya tidak membaca fatihah, lalu setelah imam salam, saya lanjutkan lagi 1rakaat tertinggal berdasarkan hadits “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah”, apakah shalat saya bermasalah

    jazakallahu khairan

    Bismillah.
    Waalaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    akh dedy, semoga antum dirahmati oleh Allah, mengenai hadits mendapatkan imam ruku’ 1 rakaat dari riwayat seorang sahabat yang masuk sholat ketika rasulullah sedang ruku’ dan rasulullah tidak memerintahkannya utk mengulangi rakaatnya, dan hadits riwayat aisyah berbunyi “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah”. maka kedua hadits tersebut terdapat pada riwayat shahih bukhori yang InsyaAllah haditsnya kuat. terlihat bahwa kedua hadits tersebut saling bertentangan, padahal keduanya saling melengkapi, berikut penjelasannya.
    mengenai kasus yang antum ajukan, telah berpendapat syaikh shalih al fauzan bahwa ( diterjemahkan secara makna oleh admin), apabila seseorang mendapatkan imam ruku’ ketika sedang ditegakkannya sholat fardu siir (yaitu sholat yang tidak dikeraskannya suara bacaan seperti sholat dzuhr dan Ashr) maka orang yang masbuk tersebut harus menambah 1 rakaat untuk bacaan al-fatihah yang tertinggal olehnya, dikarenakan pada sholat fardu siir, ma’mum sholat tidak mendengar bacaan dari imam.
    namun berbeda ketika imam ruku’ ketika sedang ditegakkannya sholat fardu jahr (yaitu sholat yang dikeraskannya suara bacaan seperti sholat maghrib, isya dan shubuh) maka orang tersebut tidak perlu menambah 1 rakaat lagi dikarenakan pada sholat fardu jahr, bacaan al-fatihah telah dibacakan oleh imam.
    Wallahu a’lam

    wa anta jazakallahu khairan.
    Barakallahu fiikum.

  17. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Saya masih belum mengerti tata cara masbuk dalam sholat maghrib ustad,mohon petunjuknya sebagai berikut:
    ketika saya masuk saya tertinggal satu rakaat,ketika imam tasyahud awal apakah saya harus mengikuti dengan tasyahud awal dengan mengangkat jari telunjuk saya sedang saya baru masuk rakaat pertama?
    kemudian ketika imam tasyahud akhir apakah saya harus membaca tasyahud awal lagi dengan mengang-
    kat jari telunjuk?kemudian ketika imam salam saya bangkit lagi untuk menyempurnakan rakaat ketiga,ke-
    mudian saya tasyahud akhir dengan mengangkat jari telunjuk?
    Mohon diberi penjelasan yang sejelas-jelasnya ustad terima kasih sebesar-besarnya atas jawabannya.

    Bismillah
    waalaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    kpd akh malik, sebelumnya mohon maaf dikarenakan keterlambatan membalas komentar antum, semoga antum dan sekeluarga selalu mendapat rahmat dan perlindungan dari Allah.
    untuk pertanyaan pertama, ketika imam sedang tasyahud awal, maka yang masbuk harus mengikuti gerakan tasyahud awal sang imam, karena sesuai hadits Rasulullah, bahwa imam sholat itu adalah untuk diikuti.
    pertanyaan kedua, ketika imam tasyahud akhir, masbuk ikut membaca bacaan tasyahud, baik bacaan tasyahud awal ataupun akhir, keduanya dibolehkan. kemudian ketika imam salam, anda cukup menyempurnakan jumlah rakaat yang tertinggal dan tasyahud dengan tasyahud akhir. semua tasyahud, baik awal maupun akhir dimulai dengan membaca bacaan tasyahud dan dibarengi dengan mengangkat telunjuk, sesuai hadits tentang sifat sholat nabi. Wallahua’lam
    Barakallahu fiikum

  18. Bismillaah, jawaban bagi ah Nur Cholis

    Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah ditanya:

    Apa yang harus dilakukan oleh seseorang saat datang hari Jumat sedangkan imam sudah duduk tasyahud dalam shalat Jumat ?

    Fadhilatusy Syaikh menjawab : Jika seseorang datang untuk melaksanakan
    shalat Jumat kemudian dia mendapati imam sedang duduk tasyahud saat shalat Jumat, maka dia telah kehilangan shalat Jumat. Hendaknya dia langsung
    mengikuti imam (duduk tasyahud) kemudian dia shalat zhuhur 4 rakaat . Karena dia telah kehilangan dari shalat Jumat, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    “Barangsiapa yang mendapati satu rakaat shalat berarti dia telah mendapati shalat tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Mafhum dari hadits ini adalah bahwa orang yang mendapati kurang dari satu rakaat berarti dia tidak mendapati shalat itu. Dan telah diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa yang mendapati satu rakaat dari shalat Jumat maka dia telah mendapati shalat Jumat tersebut.” (HR. Ibnu Majah)

    yaitu dia telah mendapatkan shalat Jumat jika dia datang pada rakaat kedua.

    Info Fatwa Ulama Seputar Sholat Jumat Majmuu’ Fataawa wa Rasaail, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, jilid 16, hal. 78

    Wallaahu Ta’ala a’lam

  19. Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.
    Sebelumnya terimakasih saya ucapkan atas penjelasan ustad atas pertanyaan saya sebelumnya,Insya Allah saya sudah cukup jalas.Izinkan saya yang bodoh ini untuk kembali bertanya tentang masbuk shalat maghrib sbb:
    1. ketika saya masuk shalat maghrib saya tertinggal dua rakaat,ketika imam tasyahud akhir saya ikut ta-
    syahud awal atau akhir di perbolehkan.
    2. ketika imam salam saya bangkit lagi untuk menyempurnakan shalat saya apakah ketika saya masuk ra-
    kaat kedua saya kembali tasyahud awal?
    3. ketika saya masuk rakaat ketiga saya kembali membaca tasyahud akhir dan diakhiri dengan salam.

    Mohon kembali diberi penjelasannya ustad semoga bisa menjadi berkah buat saya untuk bisa saya amal-
    kan di dalam hidup saya dan semoga ustad diberi pahala oleh Allah atas bimbingannya.Terima kasih yang
    sebesar-besarnya saya ucapkan.

    Waalaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    sebelumnya saya minta maaf meluruskan perkataan anda, bahwasanya saya bukanlah seorang ustadz melainkan seorang penuntut ilmu, sama seperti anda, Barakallahu fiikum
    jawaban:
    1. ya dibolehkan membaca tasyahud awal atau akhir.
    2.ya, membaca tasyahud awal karena rakaat anda terhitung sebagai rakaat ke 2.
    3. ya, karena terhitung sebagai rakaat terakhir/ ke 3 dalam sholat maghrib.

  20. Afwan, ikut bertanya..

    Saya makmum masbuk pada saat imam berdiri utk rakaat kedua pada shalat Dzuhur.
    Pertanyaan saya:

    1. Rakaat kedua yg saya ikuti dng imam, itu termasuk rakaat pertama atau mengikuti imam (rakaat kedua)?
    2. Bila saya terhitung mengerjakan rakaat pertama, maka pada saat imam duduk tasyahud awal apakah saya juga ikut membaca tasyahud awal? atau saya hanya duduk saja tanpa membaca apapun?
    3. Bila saya terhitung mengerjakan rakaat kedua, maka pada rakaat terakhir saya (setelah imam salam), apakah saya harus membaca tasyahud lagi? yg jadinya saya membaca 3 kali tasyahud?

    Mohon penjelasannya, saya masih bingung dng kondisi makmum masbuk di rakaat kedua imam.

    JazaakAllahu khairan

    Bismillah. Assalamualaykum akh nope, semoga antum selalu mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah. Jazakallahu khoiron atas pertanyaan antum.
    1. rakaat antum itu termasuk rakaat pertama pada sholat antum mengikuti rakaat kedua imam.
    2. ketika imam tasyahud awal antum ikut membaca tasyahud awal, karena dalil haditsnya, imam adalah untuk diikuti oleh makmum, termasuk makmum yang masbuk, pada raakat keberapapun ia masbuk.
    3. setelah imam selesai mengucapkan salam, maka antum harus berdiri untuk menyelesaikan rakaat keempat/ terakhir dan membaca tasyahud akhir. artinya, sebagai masbuk, antum membaca 2 kali tasyahud karena mengikuti imam, dan satu tasyahud pada rakaat terakhir untuk menyelesaikan sholat antum yang sendirian.
    Wallahu’alam. Barokallahu fiikum.

  21. Assalamu’alaikum
    Saya numpang tanya…..
    sebelumnya tentang ma’mum masbuk sudah jelas
    ditanya dan dijawab dengan gamblang….
    yang saya tanyakan adalah kita mendapati hanya 1 roka’at dalam sholat subuh…..setelah imam selesai/salam….kita yang masbuk kan harus melengkapi sholat…..nah dalam melengkapi tersebut apakah kita harus menjadikan 1 imam
    (dengan mundur salah seorang menjadi imam)sedangkan tadinya sama-sama makmum masbuk ….saya tidak mengikuti cara harus jadi ma’mum lagi(imam yang tadinya ma’mum) dan saya selesaikan sholat saya yang tertinggal sendirian
    apakah ada hadistnya??……demikian atas jawabannya saya haturkan
    Alhamdulillah jazakallohu khaoir

    Waalaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    mas iman, semoga antum mendapat rahmat, hidayah dan perlindungan dari Allah,
    tidak terdapat dalil mengenai harusnya mendirikan jama’ah sholat baru bagi ma’mum yang masbuk, hal itu telah dikatakan oleh syaikh bin baz Rahimahullah. Wallahu’alam
    Barokallahu fiikum.

  22. assalamu’alaikum. afwan mau tanya kalau cara takbir ketika kita masbuq padahal imam sedang ruku atau sujud itu bagaimana..?
    Sebelumnya terimakasih..

    Bismillah. Waalaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    takbir bagi yang masbuq adalah dengan cara mengangkat tangan sambil bertakbir sebagaimana ketika hendak memulai sholat, kemudian setelah itu langsung mengikuti posisi imam dalam sholat. Wallahu’alam.

    barokallahu fiikum.

  23. Assalamu’alaikum ustadz, saya benar2 belum mengerti makmum masbuk itu seperti apa. Misalnya pada sholat dhuhur 4 rokaat, saya tertinggal 3 rokaat. Pertanyaannya, pada rokaat keempat saya duduk iftirosy atau tawarruk? Dan apakan saya juga ikut membaca tsyahud akhir dan doanya? Lalu bagaimana mengganti 3 rokaat yg teringgal tadi… Mohon sejelas2nya.
    Syukron katsir atas jawabannya ustadz

    jawab:
    Bismillah.
    Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.
    pada rokaat ke 4 anda duduk tawarruk mengikuti imam yang duduk tawarruk, dengan dalil bahwa ma’mum harus mengikuti gerakan dan posisi sholat imam, dan bahwasanya sholat imam adalah untuk diikuti oleh ma’mumnya. ketika anda mengganti 3 rakaat yang tertinggal tadi, anda melakukan sholat sebagaimana anda sholat pada 4 rakaat, rakaat ke 2 anda sama dengan rakaat ke 2 pada sholat 4 rakaat dan seterusnya sampai rakaat terakhir. Wallahua’lam. Barokallahu fiikum.

  24. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Afwan ni akhi, ana yg miskin ilmu punya banyak pertanyaan seputaran masbuk karna ana masih bingung dengan penjelasan diatas yang antum telah paparkan dan masih kurang bersinggungan dengan jawaban yang ana harapkan.
    Langsung aja dengan pertanyaan ana dengan ilustrasi seperti ini:

    1. Jika ana masbuk pada sholat 4 raka’at sedangkan ana memdapati 1 rakaat teakhir, apakah ana harus ikut tasyahud dengan bacaan tasyahud awwal atau akhir sedangkan posisi duduknya iftirasy atau tawaruk…?

    2. Dan apa benar untuk menyempurnakan 3 rakaat yg tertinggal itu ana
    -Takbir (berdiri) membaca alfatihah + surah pendek, rukuk, sujud,
    -Takbir (berdiri) membaca alfatihah + surah pendek, rukuk sujud tasyahhud awal lagi,
    -Takbir (berdiri) alfatihah, rukuk, sujud tasyhahud akhir salam…?

    3. Jika tertinggal 2 raka’at gimana…..?

    4. Dan jika cuma mendapati imam pada saat tasyahddud akhir juga gimana…..?

    Tolong antum jelaskan dengan ilustasi seperti diatas ya akhi.

    جزاكم الله خيرا كثيرا

    Waalaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    1. Ikut tasyahud, boleh membaca tasyahud awwal atau akhir, duduknya tawwaruk, mengikuti posisi duduk imam.
    2. Salah. Yang benar bila menyempurnakan 3 rakaat yg tertinggal dari sholat 4 rakaat adalah:
    -Takbir (berdiri) membaca alfatihah + surah pendek, rukuk, sujud, tasyahud awwal
    -Takbir (berdiri) membaca alfatihah, rukuk sujud,
    -Takbir (berdiri) alfatihah, rukuk, sujud tasyhahud akhir salam.
    3. bila menyempurnakan 2 rakaat yg tertinggal dari sholat 4 rakaat adalah:
    -Takbir (berdiri) membaca alfatihah, rukuk sujud,
    -Takbir (berdiri) alfatihah, rukuk, sujud tasyhahud akhir salam.
    4. ikut duduk tawwaruk seperti posisi imam dan ikut membaca tasyahud. Tapi setelah itu antum harus menyempurnakan 4 rakaat yang tertinggal.
    wallahualam
    wa iyyak, barokallohu fiik

  25. Assalamu’alaikum ustadz,Allhamdullilah,sudah hampir jelas semuanya>>smoga Ustadz ditambahkan lagi ilmu-ilmu yang bermanfaat..

    Waalaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Aamiin, mari kita sama2 mendoakan agar Allah menambahkan ilmu2 yang bermanfaaat buat kita, Jazakallohukhoero atas doa antum. Baarokallohu fiik.

  26. jawaban untk prtanyaan prtmna poin pertama kurang memuaskan saya, karna saja juga ragu yang benar it yg mana. ap kah pilihan pertma atau kedua. smntra jawaban yang diberikan oleh Al- Akh Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi tdk mmbrikan jawaban sama sekali.

    semoga Allah menghilangkan keraguan di hati antum. Baarokallohu fiiku.

  27. assalamualaikum

    Saya masih ga mengerti dengan masbuk yg tertinggal rakaat…

    1.misalkan nih dalam shalat maghrib, ada 3 rakaat, saya tiba2 datang , jamaah sudah masuk rakaat 2, dan saat jamaah melakukan tashyahud awal, apakah saya membaca tasyahud awal jg?
    2.dan apakah saat tashayud akhir, apakah saya membaca hal yg sama alangkadarnya tasyahud akhir?

    Mohon dijelaskan, saya masih tidak faham apa yang harus di baca jazakumullah

    waalaykumussalam warahmatullah wabarakatuh

    1. benar, anda ikut membaca tasyahud awal juga
    2. benar, anda bisa ikut membaca tasyahud akhir atau cukup membaca tasyahud awal, keduanya dibolehkan InsyaAlloh.

    waa iyyakum

  28. assalamu’alaikum ustadz, misalnya kita ketinggalan seluruh rakaat (3 rakaat) pada sholat maghrib, karena sebab kita mendapati imam telah duduk tahiyat akhir, kemudian setelah imam melakukan salam, kita berdiri lagi dan :
    Rakaat Pertama setelah sujud kedua kita langsung berdiri kemudian Rakaat Kedua setelah kita duduk tahiyat awal, dan pada Rakaat Ketiga kita duduk tahiyat akhir, apakah hal itu sudah benar?

    Sebab pernah ana liat ada yang maghribnya ketinggalan 3 rakaat, dan dia tidak melakukan tahiyat awal, saat rakaat pertama dan kedua orang tersebut langsung berdiri dan langsung melakukan duduk tahiyat akhir pada rakaat ketiga.

    Manakan yang benar ustadz?

    Assalamu’alaikum warahmatulahi wabarokatuh

    waalaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    InsyaAlloh yang pertama yang antum sebutkan itu benar dan mengikuti petunjuk dan sunnah Rasululloh salallahu alaihi wassalam

    wallahualam

    waalaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

  29. ass ustad. z terlambat 1 rakoat dlm shalat isya, langsung datang brdiri dgn mendengarkn imam baca al fatihah. lalu z ikuti tahiyat awalx n terus ikuti berdiri rakoat 3-4 imam. n pd waktu bangun sujudx rakoat 4 tsb, z langsung terus berdiri untuk lengkapi 1 rakoat yg tertinggal tanpa ikut tahiyat akhir n menunggu salamx imam. pertanyaan z, 1.apakah z sdh salah melakukan hukum masbuk? apa dalilx. 2.apakah z perlu sholat isya kembali untuk memperbaikix? Mohon penjelasanx pk ustad. trims wass….??

    bismillah.

    waalaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    1. pada dasarnya, dalil atas hukum sholat berjamaah adalah mengikuti gerakan imam, apabila dalam sholat berjamaah ma’mum menyelisihi atau mendahului gerakan imam sebelum imam selesai mengucapkan salam, maka dikhawatirkan sholatnya tidak sempurna dan menyelisihi hukum sholat berjamaah.
    2. hukum sholat adalah tidak bisa di qada’/diulang

    wallahualam

  30. Assalamu’alaikum warahmatulahi wabarokatuh

    Mohon penjelasannya
    seandainya saya ketinggalan 3 rakaat sholat maghrib maka saya harus menyempurnakan 3 rakaat tersebut
    pertanyaan saya
    1. pada rakaat pertama saya membaca alfatihah + surah pendek apakah ketika membaca surah tersebut suara perlu di keraskan atau bacanya tidak perlu dikeraskan…
    begitu pula pada rakaat ke dua…

    syukron katsiran

    Bismillah
    Waalaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    kepada tris, semoga anda dirahmati Allah
    InsyaAllah, karena antum sholat masbuknya sendiri tidak perlu mengeraskan bacaan pada sholat maghrib
    wallahualam

  31. assalamu’alaikum
    ana mw tanya, klo misalnya kita lagi sholat maghrib sendirian dg bacaan yg tidak dikeraskan di roka’at pertama pada saat membaca alfatihah. kemudian datang makmum masbuk, apakah bacaan kita dimulai dari awal lagi atau diteruskan saja dengan mengeraskannya? lalu yang ke-2 jika kita masbuk sdh mendapati imam sdg ruku, apakah kita takbir terlebih dahulu dan bersedekap kemudian ruku atau tidak perlu sedekap? trimakasih atas jawabannya

    *ralat pertanyaan yg di atas

    Bismillah
    Waalaykumsalam warahmatullah wabarokatuh
    1. Insyaalloh antum teruskan saja dengan dikeraskan
    2. Insyaalloh antum takbir mengangkat tangan kemudian langsung ruku’ tanpa perlu bersedekap terlebih dahulu

    Wallahu’alam

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s