Manusia adalah tempatnya berbuat salah dan lalai

Manusia adalah tempatnya berbuat salah dan lalai, terkadang manusia terlalu sombong, lupa dan angkuh untuk melihat dan bercermin kepada dirinya sendiri mengenai siapa dirinya, apa tugas dan kewajibannya didunia dan apa saja yang telah dilakukannya selama ini. Manusia terlalu hanyut dengan kepentingan-kepentingan semu yang hanya bisa memuaskan nafsu duniawi semata, namun kering akan persiapan menuju ke kehidupan akhirat. Hampir semua manusia pada umumnya, terlebih lagi di akhir jaman seperti sekarang ini, tidak menyadari bahwa adalah penting untuk mengenal islam secara utuh dan menjalankannya secara konsekwen. Sebagian manusia cenderung merasa anti bila mendengar nama islam, sebagian lagi alergi bila berdekatan dengan islam, yan lebih parahnya lagi, sebagian manusia justru malu mengakui bahwa ia beragama islam. Mereka tidak menyadari bahwa segala perbuatan dan sikap mereka itu telah menyalahi apa yang telah diperintahkan Allah kepada manusia dan perbuatan mereka akan dicatat dan ditulis pada catatan amal mereka kelak di akhirat nanti, padahal Allah telah berfirman:

Maka hendaknya orang-orang yang menyalahi perintah Allah takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa adzab yang pedih. (An-Nur: 36).

Sesungguhnya selama manusia masih bisa bernafas dan menghirup udara, selama itulah pintu untuk tobat dan kembali kepada syariat islam masih terbuka, dan begitu banyak ayat dan hadist yang menerangkan perihal keutamaan bertobat didalam islam yang bisa dijadikan pegangan dan panduan bagi kita untuk bertobat dari dosa-dosa yang telah kita perbuat, antara lain disebutkan pada ayat dibawah ini:

“Dan Allah menghendaki untuk menerima taubat kalian.” (QS. An Nisaa’: 27).

“Wahai kaumku, minta ampunlah kepada Tuhan kalian kemudian bertaubatlah kepada-Nya niscaya akan dikirimkan kepada kalian awan dengan membawa air hujan yang lebat dan akan diberikan kekuatan tambahan kepada kalian, dan janganlah kalian berpaling menjadi orang yang berbuat dosa.” (QS. Huud: 52)

“Dan orang-orang yang mengerjakan dosa-dosa kemudian bertaubat sesudahnya dan beriman maka sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengampun dan Penyayang.” (QS. Al A’raaf: 153)

“Dialah Allah yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan Maha mengampuni berbagai kesalahan.” (QS. Asy Syuura: 25)

“Para malaikat yang membawa ‘Arsy dan malaikat lain di sekelilingnya senantiasa bertasbih dengan memuji Tuhan mereka, mereka beriman kepada-Nya dan memintakan ampunan bagi orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu-Mu maha luas meliputi segala sesuatu, ampunilah orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu serta peliharalah mereka dari siksa neraka.” (QS. Ghafir: 7)

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang suka membersihkan diri.” (QS. Al Baqarah: 222)

“Maka sesudah mereka (nabi-nabi) datanglah suatu generasi yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, niscaya mereka itu akan dilemparkan ke dalam kebinasaan. Kecuali orang-orang yang bertaubat di antara mereka, dan beriman serta beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang akan masuk ke dalam surga dan mereka tidaklah dianiaya barang sedikit pun.” (QS. Maryam: 59, 60)

“Dan barang siapa yang bertaubat dan beramal saleh maka sesungguhnya Allah akan menerima taubatnya.” (QS. Al Furqaan: 71)

“Dan bertaubatlah kepada Allah wahai semua orang yang beriman, supaya kalian beruntung.” (QS. An Nuur: 31)

“Dan barang siapa yang melakukan dosa-dosa itu niscaya dia akan menemui pembalasannya. Akan dilipatgandakan siksa mereka pada hari kiamat dan mereka akan kekal di dalamnya dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman serta beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang digantikan oleh Allah keburukan-keburukan mereka menjadi berbagai kebaikan. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS. Al Furqaan: 68-70)

Kemudian dari hadist rasulullah salallahu’alaihi wassalam yang berbunyi:

Sungguh Allah lebih bergembira dengan sebab taubat seorang hamba-Nya ketika ia mau bertaubat kepada-Nya daripada kegembiraan seseorang dari kalian yang menaiki hewan tunggangannya di padang luas lalu hewan itu terlepas dan membawa pergi bekal makanan dan minumannya sehingga ia pun berputus asa lalu mendatangi sebatang pohon dan bersandar di bawah naungannya dalam keadaan berputus asa akibat kehilangan hewan tersebut, dalam keadaan seperti itu tiba-tiba hewan itu sudah kembali berada di sisinya maka diambilnya tali kekangnya kemudian mengucapkan karena saking gembiranya, ‘Ya Allah, Engkaulah hambaku dan akulah tuhanmu’, dia salah berucap karena terlalu gembira.” (HR. Muslim)

Kemudian terdapat pula di dalam hadist berikut:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: Sesungguhnya seorang hamba apabila berbuat dosa maka di dalam hatinya ditorehkan sebuah titik hitam. Apabila dia meninggalkannya dan beristighfar serta bertaubat maka kembali bersih hatinya. Dan jika dia mengulanginya maka titik hitam itu akan ditambahkan padanya sampai menjadi pekat, itulah raan yang disebutkan Allah ta’ala:

“Sekali-kali tidak akan tetapi itulah raan yang menyelimuti hati mereka akibat apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Muthaffifin: 14) (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan dihasankan Al Albani)

Namun kebanyakan orang tetap tidak menyadari dan terus larut pada kesibukan duniawinya tanpa mempedulikan bagaimana nasibnya kelak diakhirat, bahkan sebagian manusia menganggap bahwa akhirat itu tidak ada, hingga dalam pandangan mereka, dosa-dosa mereka tidak akan dibalas, dan dengan sesuka hati melampiaskan dan menuhankan hawa nafsu mereka tanpa rasa takut akan azab api neraka yang dijanjikan oleh Allah bagi para pendosa. Bertobat adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan ampunan Allah dan perlindunganNya dari azab api neraka. Dengan bersungguh-sungguh dalam bertobat, InsyaAllah kita akan termasuk kedalam golongan orang-orang yang beruntung dan memudahkan kita dalam menempuh jalanNya yang lurus. Semoga Allah selalu membukakan pintu maaf dan pintu tobatNya selebar-lebarnya untuk kita yang tak bisa lepas dari berbuat salah dan lalai, dan melimpahkan hidayahNya kepada kita untuk selalu bertobat atas dosa-dosa kita yang lampau, sekarang dan yang akan datang. Semoga nasehat ini membawa manfaat, Amiin

About these ads

3 pemikiran pada “Manusia adalah tempatnya berbuat salah dan lalai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s