Apakah Rasululullah Salallahu’alaihi wassalam Berjanggut?

Bismillah

Segala puji hanya untuk Allah semata, serta shalawat dan salam tercurah kepada nabi Muhammad salallahu’alaihi wassalam beserta keluarganya.

Apakah rasulullah salallahu’alaihi wassalam berjanggut? Hal ini mungkin menjadi pertanyaan bagi sebagian umat muslim yang belum tahu seperti apa rupa rasulullah salallahu’alaihi wassalam. rasulullah salallahu’alaihi wassalam adalah merupakan sebaik-baiknya contoh yang harus kita ikuti kebiasaan-kebiasaannya karena bisa dipastikan bahwa segala sesuatu yang diambil dan dicontohkan dari rasulullah akan membawa kebaikan dan manfaat bagi manusia. Dalam hal penampilan, bisa kita temui bahwa terdapat banyak hadist-hadist yang menggambarkan seperti apa rupa rasulullah salallahu’alaihi wassalam. Didalam tulisan ini akan dipaparkan hadist-hadist yang menggambarkan apakah rasulullah salallahu’alaihi wassalam berjanggut atau tidak demi untuk membuktikan kuatnya hukum berjanggut bagi kaum pria umat islam seluruhnya, karena dalam memeluk islam, tidaklah seseorang itu cukup dengan hanya mengakui kebenarannya saja, melainkan harus diikuti oleh taat dan patuhnya kita secara keseluruhan dalam mengikuti perintah dan aturan yang disampaikan oleh rasulullah salallahu’alaihi wassalam. Sehingga, sebagai wujud kecintaan kita kepada rasulullah salallahu’alaihi wassalam, ada baiknya kita mencontohi kebiasaan-kebiasaan beliau salallahu’alaihi wassalam.

Berikut adalah hadist-hadist yang menunjukkan bahwa rasulullah salallahu’alaihi wassalam berjanggut:

“Dari Aisyah Ummul Mukminin berkata : Aku mewangikan Nabi salallahu’alaihi wassalam dengan sebaik-baik wangi-wangian pada rambut dan janggutnya”. Muttafiq alaihi.

“Berkata Anas bin Malik : Janggut Nabi salallahu’alaihi wassalam didapati lebat dari sini kesini, maka diletakkan kedua tangannya di pipinya”. H/R Ibn Asyakir (dalam
Tarikhnya).

“Dari Jabir berkata : Sesungguhnya Rasulullah salallahu’alaihi wassalam lebat janggutnya”. H/R Muslim.

“Dari Muamar berkata : Kami bertanya kepada Khabbab, adakah Rasulullah salallahu’alaihi wassalam membaca (al-Quran) di waktu Zuhur dan Asar? Beliau berkata: Ya! Kami bertanya, dari mana engkau tahu? Beliau menjawab : Dengan bergerak-geraknya janggut baginda”. H/R al Bukhari.

“Dari Jabir berkata : Kebiasaannya Rasulullah salallahu’alaihi wassalam apabila bersikat
dimulakan pada rambutnya kemudian pada janggutnya”. H/R Muslim.

“Dari Umar berkata : Sesungguhnya Rasulullah s.a.w lebat janggutnya, di riwayat yang lain tebal janggutnya dan di lain riwayat pula subur janggutnya”.H/R at Turmizi.

“Dari Anas bin Malik berkata : Sesungguhnya Rasulullah salallahu’alaihi wassalam apabila berwuduk meletakkan tapak tangannya yang berair ke bawah dagunya dan diratakan (air) di janggutnya. Beliau bersabda : Beginilah aku disuruh oleh Tuhanku”.
H/R Abu Daud.

“Terdapat pada janggut (Nabi salallahu’alaihi wassalam) janggut yang putih”. H/R Muslim.

“Tidak kelihatan uban di janggutnya kecuali sedikit”. H/R Muslim.

“Rambut yang putih (uban) di kepala dan di janggut (Nabi Muhammad salallahu’alaihi wassalam) tidak melebihi dua puluh helai”. H/R al-Bukhari.

Oleh karena itu, sebagai ungkapan bahwa kita mencintai dan beriman kepada rasulullah salallahu’alaihi wassalam, maka sudah sepantasnya bila kita pun meneladaninya sebagai bukti taat dan patuhnya kita pada aturan-aturan yang telah ditetapkan di dalam islam. tumbuhkanlah janggut seperti rasulullah salallahu’alaihi wassalam, insyaAllah akan membawa manfaat pada keridhaan Allah untuk menggolongkan kita kedalam golongan umat rasulullah salallahu’alaihi wassalam sehingga kita bisa mendapatkan pertolongan syafaatnya di akhirat kelak, Amiin

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu (iaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan (rahmat) Allah (dan
kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak mengingati Allah”. AL AHZAB, 33:21.

“Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada Rasul(Nya) dan
berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahawa sesungguhnya
kewajipan Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”. AL
MAAIDAH, 5:92.

“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul, melainkan untuk ditaati dengan izin
Allah”. AN NISAA 4:64.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s